Bikin Velg Jari-jari jadi Tubeless

Posted: November 5, 2012 in Tips & Trik Motor

Kesal juga rasanya kalo mengalami bocor ban. Apalagi bagi para pengguna motor bergaya supermoto yang sudah pakai pelek tipe jari-jari lebar dan mahal. Pasti sayang kalo dibongkar, karena bikin lecet atau rusak saat dicungkil tukang tambal ban pakai obeng khusus buatannya itu.

Solusinya? Gampang. Pelek itu dibikin jadi tubeless aja.

Cara itu selain pelek jari-jari bebas rusak saat proses penambalan, juga kalo  ban bocor gak langsung kempis. Apalagi kalau lagi turing keluar kota, berguna sekali. Oke, kita lihat aja yuk, gimana sih, bikinnya!

Pertama siapkan silicone glass sealant, berikut tempat untuk lem yang berbentuk tabung ini, pemanas khusus untuk memasang kaca film mobil dan alat untuk meratakan lem itu (gbr.1),

Barang-barang itu bisa kita tebus di material dengan harga lem sekitar Rp 35 ribu satu botol, sedang tempat lemnya Rp 15 ribu. Setelah semua siap, langsung balur lem itu ke bagian pelek secara merata (gbr.2).


Kalo bisa, lem sebagian dulu sekitar 15 cm lalu diratakan dengan alat yang sudah disiapkan  (gbr.3), lalu disambung lagi sampai seterusnya, pentil khusus ban tubelessnya juga dipasang.

Tujuannya, tentu agar pentil juga menempel dengan kuat. Sehingga angin ban juga enggak nyeplos dari peranti itu. “Oh ya, harga pentilnya sekitar Rp 15 ribu bisa didapat di tukang tambal ban atau toko ban,

Nah, pemakaian lem itu untuk satu pelek ukuran sekitar 3-4 ½ inci bisa menghabiskan satu setengah botol. Karena pelek ukuran lebar tersebut diameternya pun sudah terlihat besar, berarti pemakaiannya pun lumayan banyak. “Tapi buat pelek standar  sih cuma satu atau setengah botol aja,

Berikutnya pengeringan lem, bisa dengan tenaga matahari atau lampu tembak khusus buat ngecat motor. Tapi semua itu butuh waktu lama. Makannya Samsul pakai alat pemanas kaca film khusus mobil agar keringnya merata. Waktu yang diperlukan sekitar dua jam.

Keringkan secara merata sampai bagian dalam pelek dengan peranti yang sudah kita siapakan tadi (gbr.4). Lalu diamkan sekitar 15 menit untuk memastikan lem benar-benar kering. “Karena kalo masih basah, anginnya bisa bocor,” wanti Samsul.

 

Kalo yakin lem sudah keras, silakan pasang ban. Isi dengan angin, lalu cermati. Apa sudah oke atau ada kebocoran. Ngetesnya, bisa direndam dalam bak berisi air. Kalau ada gelembung udara, berarti pengeleman perlu diulang agar tak ada bocor dan sempurna, konsekuensinya karena pelek dikasih lem, otomatis akan tambah bobot.

 

Sumber : Bengkel Pribadi dan Pengalaman Rekan Bikers

Comments
  1. Encka Themit says:

    Nice inpoh bro
    akan saya coba di rumah buat megapro ane cz pake jari” lebar tapi susah cari ban dalam yg ukuran gede

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s