Sejarah Motor Scorpio di Indonesia

Posted: November 12, 2012 in Review

Motor Sport 4 tak ini sejatinya diposisikan untuk menggantikan posisi RX King. Layaknya MotoGP,terjadi penggantian jenis mesin,dari 2 tak ke 4 tak. Dimulai sejak tahun 1996. Ingat, waktu itu, Yamaha dan Suzuki kali pertama merilis bebek 4 tak.

Namun ternyata fakta berkehendak lain, RX King masih tetap diproduksi meski populasinya tidak sebanyak dulu hingga kini. Sempat tertunda beberapa kali,diperkirakan karena keraguan pihak YMKI akan produk baru ini.

Soehardjo AR, Manager Service Department menuturkan,”Ini adalah motor sport generasi terbaru bermesin 4 tak, tapi memiliki tarikan spontan khas 2 tak. Juga ramah lingkungan”

Sebelum terdapat embel-embel Z,bila diperhatikan tak ada bedanya dengan RX King. Mulai desain lampu depan,lampu sein depan, speedometer,hingga tangki. Postur sedikit lebih besar dan jangkung didukung suspensi monocross. Lampu belakang memakai varian bebek YMKI kala itu, Yamaha F1ZR / Vega. Common part untuk menekan biaya produksi dijalankan. Produk yang memiliki basis mesin seperti Yamaha Serrow ini memang memiliki akselerasi lebih baik dibandingkan produk competitor yang berkapasitas mesin kurang lebih sama, Honda Tiger dan Suzuki Thunder. Mudah diajak wheelie.

Sayang, bagus di awalnya namun perkembangannya terlalu lamban. Akhirnya produk ini berevolusi dengan imbuhan huruf Z. Apa saja perubahannya?

Yang paling menonjol adalah peralihan lampu model kotak beralih ke tipe bulat memperkuat kesan kokoh. Desain tangki yang semula mengacu King yang cenderung kaku sekarang beralih mengikuti desain pesaing yang mengakomodir nyaman dijepit paha. Sayangnya, tutup tangki yang semula tampil sporty berganti seperti motor sport yang beredar di Indonesia,klasik. Sedangkan di bagian buritan, lampu belakang yang letak seinnya menjadi satu dengan lampu rem kini terpisah. Namun jangan salah, lampu re mini tetap mengacu pada desain sebelumnya. So..penggantian dengan lampu belakang ala F1ZR / Vega bukanlah hal yang sulit dilakukan.

Perubahan ini memang sedikit mengatrol angka penjualan namun tidak signifikan. Selain striping perubahan pada segi velg yang semula velg jari-jari menjadi velg palang hitam. Meskipun demikian, dari sisi pengereman buritan masih mengandalkan rem teromol.

Bagi para bikers,dinilai YMKI terlalu pelit untuk memberikan rem belakang jenis disc hidrolik.

Sumber : kaskus.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s